Nasional, Pontianak - Kota Pontianak sempat tegang dengan dua kegiatan yang berlangsung bersamaan, Festival Gawai Dayak dan aksi damai Bela Ulama 205 di Mabes Polri Turunkan Brimob Jaga Pekan Dayak dan Aksi Bela Ulama)
Festival tersebut mengundang masyarakat asli dari Amerika Serikat, Australia, New Zealand, Polandia, Taiwan, rumpun suku Dayak di Malaysia, Brunei Darussalam. Berbagai permainan tradisional pun di gelar dalam Festival tersebut. Sedianya, festival tersebut akan berlangsung hingga tanggal 27 Mei 2017.
Sementara di tempat terpisah, ratusan massa Aksi Bela Ulama 205 telah berkonsentrasi di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Jalan Ahmad Yani. Ratusan warga ini sedianya akan melakukan aksi pawai dengan tajuk bela Ulama. Agenda mereka untuk mendesak aparat memproses laporan warga terhadap konten pidato Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis. (Baca: Pekan Dayak dan Aksi Bela Ulama di Pontianak, Gubernur: Aman)
Massa berkumpul sejak pukul 10.00 WIB dan menuju Kepolisian Daerah Kalimantan sekitar pukul 13.00 WIB usai salat dzuhur. Ratusan massa menuju Polda Kalbar dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, mobil serta pick up.
Koordinator aksi, Abdurahman Ali Almutahar menyerukan agar kepolisian segera memproses laporan polisi terhadap Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis. "Kami tidak memusuhi orang Dayak, karena mereka saudara. Tapi kita minta keadilan untuk memproses Gubernur Kalbar," katanya.
Massa juga meminta agar tidak ada lagi pengusiran ulama dari Kalimantan Barat. Usai melakukan orasi warga kemudian kembali ke Masjid Raya Mujahidin. Beberapa di antaranya kemudian keluar dari rombongan, sebagian lain memilih bertahan. (Baca: Tokoh FPI ke Kalimantan Barat, 2780 Anggota TNI-Polri Disiagakan)
Sekitar pukul 14.00 WIB, aparat sempat bersitegang dengan massa di depan Masjid Raya Mujahidin. Polisi mengamankan beberapa senjata tajam. Aparat sempat dilempari dengan air mineral. Ketegangan sempat terjadi, namun situasi kemudian dapat dikendalikan.
Massa lainnya berkonsentrasi di persimpangan Jalan Gajahmada, Jalan Veteran dan Jalan Pahlawan. Beberapa warga akhirnya melaksanakan sholat Magrib di tengah jalan, sebelum dibubarkan.
Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak, Komisaris Besar Polisi Iwan Imam Susilo mengatakan situasi Kota Pontianak sudah kondusif. "Sekitar pukul 16.40 WIB, massa sudah membubarkan diri," katanya.
Kota Pontianak saat ini dalam kondisi Siaga. Polda Kalbar mendapatkan bantuan pengamanan 200 personel Brimob Kelapa Dua. Selain itu, pengamanan juga melibatkan lebih dari 2000 personel TNI-Polri.
ASEANTY PAHLEVI
0 Response to "Aksi Bela Ulama 205 Kisruh, Pontianak Berstatus Siaga "
Posting Komentar