Nasional, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus tewasnya taruna Akpol (Akademi Polisi), Semarang, Jawa Tengah, Muhammad Adam, harus diungkap secara transparan. Ketua Presidium IPW Neta S. Pane berpendapat bahwa pelaku penganiyaan tersebut harus dipecat dari taruna Akpol.

"Pelakunya harus segera ditahan dan dipecat dari taruna Akpol, meskipun dia anak seorang jenderal misalnya," kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 19 Mei 2017.

Baca: Penganiayaan Taruna Akpol, Polda Jawa Tengah Periksa 35 Saksi  

Sebelumnya taruna Akpol Muhammad Adam dilaporkan tewas pada Kamis, 18 Mei 2017, di kompleks Akpol Semarang. Taruna tingkat II tersebut diduga tewas akibat Penyebab Taruna Akpol Meninggal Diduga Dianiaya 12 Senior  

IPW, kata dia, berharap Polri dan Akpol mau membuka diri dan transparan dengan apa yang sesungguhnya terjadi di lingkungan taruna Akpol. Dengan begitu, kata dia, bisa dilakukan pembenahan dan kasus kekerasan yang menyebabkan kematian tidak terulang lagi. "Sehingga Akpol bisa melahirkan kader kader polisi sipil, modern, profesional dan anti kekerasan," katanya.

INGE KLARA SAFITRI