Dunia, Washington - Sekelompok peretas yang memiliki kaitan dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS, merilis daftar nama warga Amerika Serikat yang menjadi target untuk dibunuh oleh kelompok teroris itu, termasuk Presiden Donald Trump.

Kelompok Pro-ISIS United Cyber ​​Caliphate (UCC) melalui sebuah rekaman video menyatakan mereka akan membunuh sekitar 8.786 warga AS.

Baca: Trump Sumbangkan Tiga Bulan Gaji Pertamanya ke Taman Nasional

Daftar tersebut juga menyertakan nama dan alamat target yang akan dibunuh oleh pengikut mereka yang bertindak sendirian.

"Bunuh mereka jika bertemu dengan target. Kami memiliki pesan kepada rakyat AS terutama Presiden Trump," kata UCC melalui video yang disiarkan dalam situs SITE Intelligence Group, seperti dilansir Daily Mail, Senin 4 April 2017.

"Kami akan melanjutkan perang terhadap Anda. Ketahuilah bahwa setiap serangan balik Anda akan menguatkan kami. UCC akan memulai metode perang baru pada Anda," demikian pesan itu.

Ini bukan kali pertama UCC menyiarkan daftar target untuk dibunuh dan mereka sudah melakukannya sebanyak beberapa kali.

Pada April lalu, sebanyak 43 warga AS yang memiliki kaitan dengan pemerintah terutama Kementerian Luar Negeri Negara, Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan beberapa departemen lain, terdaftar sebagai target pembunuhan oleh kelompok tersebut.

Daftar itu juga menyatakan nomor telepon dan kode pos alamat korban tetapi tidak selengkap daftar yang dipublikasikan baru-baru ini.

UCC dibentuk kembali pada bulan April tahun lalu setelah tiga kelompok hacker pro-ISIS bergabung bersama bersama dengan Cyber ​​Army Khilafah.

DAILY MAIL | THE SUN | YON DEMA